ADVERTORIAL — Konten ini merupakan kerja sama GerbangCenderawasih.com dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Provinsi Papua Tengah.
Bisakah usaha kecil yang dirintis kaum ibu di lingkungan gereja ikut mengangkat ekonomi keluarga, dari Kabupaten Mimika hingga daerah pegunungan di sekitarnya?

Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Provinsi Papua Tengah membuka kegiatan Program Prioritas Gubernur bertema Pemberdayaan Perempuan Gereja dalam Pengelolaan UMKM di Timika, ibu kota Kabupaten Mimika, pada Rabu, 8 Juli 2026, seperti diberitakan Jejak Kasus News. Pesertanya kaum perempuan dari berbagai denominasi gereja yang datang dari empat kabupaten, yakni Mimika, Puncak, Puncak Jaya, dan Intan Jaya.
Visi gubernur untuk ekonomi keluarga

Kepala DP3AKB Papua Tengah membuka kegiatan itu dan, menurut Nemangkawi Pos, hadir mewakili Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa program ini lahir dari keinginan gubernur sendiri. “Gubernur ingin ada pemberdayaan untuk perempuan di gereja,” katanya, seperti dikutip Nemangkawi Pos dan Jejak Kasus News.
Menurut dia, UMKM dipilih sebagai jalan agar perempuan gereja berdaya secara ekonomi. “Gubernur ingin agar perempuan di gereja dapat berdaya melalui UMKM,” ujarnya. “Tujuannya agar ada peningkatan ekonomi dalam keluarga di gereja,” tambahnya, sebagaimana dilaporkan kedua media tersebut.
Jejak Kasus News menyebut kegiatan ini sebagai penerapan visi Gubernur Meki Nawipa untuk memperkuat ekonomi keluarga melalui pemberdayaan perempuan. Nemangkawi Pos mencatat, perempuan dipandang memegang peran penting dalam menopang ekonomi rumah tangga. Karena itu, peserta diharapkan mampu merintis usaha sendiri, menambah penghasilan keluarga, dan menjadi teladan bagi jemaat di gerejanya masing-masing.
Bekal usaha untuk peserta
Ketua Panitia, Salomina Gobay, menjelaskan latar belakang peserta yang beragam. “Peserta kaum perempuan datang dari berbagai denominasi gereja yang hadir dari empat kabupaten,” kata Salomina, seperti dikutip Nemangkawi Pos. Jumlah peserta tidak disebutkan dalam pemberitaan kedua media.
Selama kegiatan, peserta dibekali materi manajemen usaha, pemasaran digital, dan strategi pengemasan produk. Mereka juga mendapat pemahaman tentang akses permodalan, sedangkan Nemangkawi Pos menambahkan materi legalitas usaha.
Pelatihan di Timika ini menyusul kegiatan serupa di Nabire. KabarPapua.co memberitakan, DP3AKB menggelar Pelatihan Peningkatan Kapasitas Perempuan Gereja dalam Pengelolaan UMKM pada Rabu, 1 Juli 2026. Kegiatan di Aula Kantor BKKBN Kabupaten Nabire itu dihadiri puluhan perempuan perwakilan gereja dari beberapa kabupaten.
Salomina Gobay sendiri menjabat Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan DP3AKB Papua Tengah, menurut KabarPapua.co. Kepada media itu, ia menyebut banyak mama-mama gereja sudah memiliki keterampilan, misalnya membuat noken, sehingga pelatihan berfokus pada manajemen usaha, permodalan, dan cara memodifikasi produk agar laku di pasaran. Dalam pemberitaan yang sama, Kepala DP3AKB Agustinus Bagau menyebut 1.677 gereja di Papua Tengah menjadi prioritas pendampingan, angka yang menurutnya masih sementara dan belum mencakup wilayah konflik.
DP3AKB Papua Tengah tidak berhenti pada ruang kelas. Dinas itu berkomitmen mendampingi peserta sampai usaha yang mereka rintis berjalan dan berkembang secara berkelanjutan, sehingga dampaknya terasa bagi kesejahteraan keluarga, menurut kedua media. Bagi kaum ibu di Mimika, Puncak, Puncak Jaya, dan Intan Jaya, pendampingan inilah yang akan menentukan apakah ilmu dari pelatihan benar-benar berbuah di rumah. Ikuti perkembangannya di Gerbang Cenderawasih.
Sumber: Jejak Kasus News, Nemangkawi Pos, KabarPapua.co.


Komentar