Pernah dengar nama Ribka Haluk? Kalau kamu tinggal di Papua Tengah, nama itu semestinya tidak asing — dia pernah memimpin provinsi ini sebagai penjabat gubernur sebelum pindah ke Jakarta.

Senin (21/9/2026), Wakil Menteri Dalam Negeri Ribka Haluk menjadi pembina Apel Kesadaran ASN di halaman Gedung Sasando, Kantor Gubernur NTT, Kupang. Dalam apel yang diikuti ribuan ASN Pemprov NTT itu, ia menyinggung capaian ekonomi daerah sekaligus mengajak pemda memperkuat inovasi.
Di hadapan peserta apel, Ribka menyebut pertumbuhan ekonomi NTT sudah cukup baik. “Tentunya kita ingin, bangsa ini menginginkan ada pertumbuhan ekonomi,” katanya, sebagaimana dikutip Kemendagri. Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTT mencatat ekonomi NTT tumbuh 5,01 persen pada triwulan II-2026, sedikit di bawah pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,29 persen pada periode yang sama.
Ribka meminta pemerintah daerah tidak menjadikan keterbatasan sebagai alasan untuk diam. Ia mendorong optimalisasi potensi budaya, alam, pertanian, dan kelautan lewat inovasi, serta mencontohkan negara berlahan gersang yang sukses membangun sektor pertanian. Pengembangan pariwisata juga diarahkan agar dampaknya langsung dirasakan masyarakat, sementara perizinan investasi perlu dipermudah karena pemerintah dan swasta adalah dua mesin penggerak pertumbuhan daerah. Dorongan ini sejalan dengan berbagai kebijakan pembangunan yang mengandalkan penguatan fiskal, mirip evaluasi pengelolaan RAPBN 2027 untuk pendidikan yang menuntut ketepatan sasaran.
Usai apel, Ribka menanam pohon di taman Kantor Gubernur NTT sebagai bagian dari Gerakan Indonesia ASRI arahan Presiden Prabowo Subianto. Penghijauan diminta serentak dari tingkat provinsi hingga kabupaten dan pekarangan rumah warga, sementara Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena menyatakan pemprov akan menyediakan bibit tanaman lewat anggaran daerah.
Kunjungan ini turut didampingi Wakil Gubernur Johni Asadoma dan Sekda Fransiskus Sales Sodo. Ribka juga menyampaikan dukacita atas tewasnya tiga ASN Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya dalam insiden penembakan September lalu, serta mengajak warga NTT dan Papua menjaga hubungan baik yang sudah terjalin lama.
Bagi pembaca di Papua Tengah, kunjungan ini punya makna lebih dari sekadar berita tetangga. Ribka sempat menjabat Pj Gubernur Papua Tengah sebelum dilantik menjadi Wamendagri, sehingga pesan penguatan inovasi di Kupang juga sangat relevan untuk daerah kita.
Kalau daerah berisiko seperti NTT bisa berinovasi, bagaimana dengan Papua Tengah? Langkah apa yang paling mendesak di sini — pertanian, perikanan, atau pariwisata?
Baca juga: RAPBN 2027 Rp820,9 T untuk Pendidikan, Apa Sampai ke Papua Tengah?


Komentar