MBG Bersiap Masuk Enam Distrik 3T di Kabupaten Nabire
Selama ini layanan Makan Bergizi Gratis (MBG) lebih dulu dirasakan warga di sekitar kota Nabire. Bagaimana dengan kampung-kampung di pelosok?

Jawabannya mulai terlihat. Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) Nabire, Marsel Asyerem, mengatakan pada Senin, 29 September 2026, bahwa MBG akan hadir di enam distrik kategori tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) di Kabupaten Nabire: Uwapa, Yaro, Nabire Barat, Makimi, Napan, dan Yaur. Keterangan itu dimuat RRI Nabire pada Rabu, 30 September 2026 pukul 17.14 WIB.
Menurut Marsel, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di enam distrik tersebut akan ditangani Polri. Dengan tambahan dapur-dapur itu, ia memperkirakan total dapur MBG di Kabupaten Nabire menjadi sekitar 60 unit. Angka ini masih berupa perhitungan Marsel sendiri, belum tercatat sebagai jumlah dapur yang resmi terpasang. Sebelumnya, BGN Nabire juga telah memperkuat koordinasi bersama para kepala SPPG, seperti diulas dalam laporan BGN Nabire Rapatkan Sinergi dengan Kepala SPPG demi MBG.
Soal kesiapan di lapangan, bangunan dapur di wilayah 3T itu disebut sudah berdiri. Sepuluh di antaranya, yang berlokasi di Akuduimi, Sima, Wami, Waroki, Agromulyo, Makimi, Maydey, Lagari Jaya, Wiraska, dan Bomopai, sudah ditinjau investor pembangunan SPPG H. Dasril Ashari bersama Inspektur Pengawasan Daerah Polda Papua Tengah Kombes Pol. Wahyu Kuncoro pada 16 September 2026. Tahap selanjutnya adalah verifikasi, validasi, dan pengaktifan oleh BGN. “Data-datanya sudah ada, sehingga nanti akan diverifikasi, validasi, dan pengaktifan,” kata Marsel, dikutip RRI Nabire. Dapur-dapur 3T ini ditargetkan mulai beroperasi akhir 2026.
Marsel menambahkan, SPPG di wilayah 3T diarahkan menyerap pangan lokal seperti sagu dan ubi. Bahan dari luar wilayah hanya dipakai sebagai pelengkap jika persediaan lokal kurang, disesuaikan dengan keinginan siswa dan nilai gizinya. Ia juga mengingatkan aturan konsumsi: menu MBG harus sudah dimakan sebelum pukul 10.00, sebab lewat jam itu makanan tidak boleh lagi dikonsumsi. Guru di sekolah penerima bisa mengawasi distribusi dan melaporkan keluhan langsung ke SPPG terkait atau ke BGN Nabire.
Perluasan ke wilayah 3T ini sejalan dengan kebijakan lebih luas yang diumumkan Kepala BGN Sudaryono pada 29 September 2026, yaitu aktivasi 480 dapur SPPG di wilayah 3T dan daerah dengan tingkat stunting tinggi di 16 provinsi, termasuk Papua Tengah, mulai Jumat, 2 Oktober 2026. Namun belum ada sumber yang merinci apakah dapur-dapur Nabire termasuk dalam 480 unit yang diaktivasi serentak itu, sehingga dua hal ini perlu dipahami sebagai kebijakan yang berjalan beriringan, bukan satu klaim yang sama.
Soal siapa pengelola SPPG 3T Nabire, catatan dari sumber berbeda-beda: Marsel menyebut Polri yang menangani, sementara H. Dasril Ashari tercatat sebagai investor pembangunan dapur. Perkembangan jumlah dapur di Nabire sendiri sudah bertahap sejak awal tahun, dari 12 unit pada Februari 2026 menjadi 14 unit pada pertengahan tahun dengan lebih dari 32.002 penerima manfaat sepanjang semester pertama 2026, sebagaimana diuraikan dalam pemetaan BGN Nabire Gandeng BKKBN Validasi Data Penerima Kelompok 3B.
Bagi warga enam distrik itu, pertanyaannya kini soal waktu: kapan dapur di kampung mereka benar-benar mulai mengantar makanan ke sekolah? Ikuti perkembangannya di Gerbang Cenderawasih.
Baca juga: Isu Papua Diangkat di PBB, Apa Kaitannya ke Papua Tengah?


Komentar