BGN & MBG Nabire Nabire
Home » BGN Nabire Gandeng BKKBN Validasi Data Penerima MBG Kelompok 3B

BGN Nabire Gandeng BKKBN Validasi Data Penerima MBG Kelompok 3B

Seorang pejabat berbicara di posyandu di depan ibu-ibu dan balita, dengan timbangan bayi (dacin) dan poster Posyandu Kampung Topo di latar
Foto: ANTARA

Badan Gizi Nasional (BGN) Wilayah Kabupaten Nabire, Papua Tengah, merangkul Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) guna merapikan data penerima Makan Bergizi Gratis (MBG) Kelompok 3B. Koordinator Wilayah BGN Nabire, Marsel Asyerem, menyampaikan hal itu kepada ANTARA di Nabire pada Selasa, 2 Juni 2026. Pembenahan data ibu hamil, ibu menyusui, dan anak balita Kelompok 3B turut melibatkan kader posyandu, Tim Pendamping Keluarga (TPK), serta aparat kampung.

Seorang pejabat berbicara di posyandu di depan ibu-ibu dan balita, dengan timbangan bayi (dacin) dan poster Posyandu Kampung Topo di latar
Foto: ANTARA (https://papuatengah.antaranews.com/berita/83659/bgn-nabire-gandeng-bkkbn-hingga-kepala-desa-verifikasi-data-penerima-3b)

Kolaborasi Verifikasi Data Lapangan

Menurut Marsel, kolaborasi lintas lembaga bertujuan mencocokkan nama, alamat, dan status penerima manfaat dengan kondisi lapangan. Langkah ini efektif menutup celah data ganda serta penerima fiktif. Marsel menegaskan bahwa akurasi data menjadi fondasi agar masyarakat yang berhak menerima bantuan gizi secara tepat. Oleh karena itu, setiap data penerima manfaat wajib melewati proses verifikasi ketat di lapangan.

Saat ini, tercatat kurang lebih 1.200 jiwa penerima Kelompok 3B di Nabire. Namun, jumlah tersebut masih di bawah kapasitas maksimal 14 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Marsel menargetkan dapur SPPG mampu melayani hingga 12.000 penerima. Data dari Pantau.com menunjukkan bahwa pada tahap awal, setiap dapur SPPG baru menjangkau sekitar 500 penerima, atau total 7.000 orang secara keseluruhan.

Kapasitas Layanan Dapur SPPG Nabire

Marsel kembali menegaskan bahwa sinergi lintas sektor merupakan kunci utama program. Ia menyatakan kepada ANTARA bahwa pihaknya menolak keras penggunaan data fiktif atau ganda. Hal ini demi menjaga hak masyarakat yang benar-benar membutuhkan bantuan. Program ini pun terus menunjukkan tren positif dalam pelaksanaannya di lapangan.

Berdasarkan rilis ANTARA Papua Tengah pada Juli 2026, BGN Nabire mencatat realisasi 32.002 penerima manfaat MBG sepanjang semester I 2026. Angka tersebut mencakup 28.113 peserta didik dan 3.889 warga Kelompok 3B. Layanan ini tersebar di 14 SPPG yang menjangkau Distrik Yaro, Teluk Kimi, Nabire Barat, dan Nabire. Meskipun angka 3.889 jiwa menunjukkan pertumbuhan signifikan dari data awal, jumlahnya masih perlu ditingkatkan untuk mencapai target 12.000 penerima.

Batik Air Masuk Nabire, Fasilitas Wisata Menyusul Bertahap

Sinkronisasi Data Tingkat Nasional

Persoalan akurasi data penerima 3B juga menjadi sorotan di tingkat nasional. Kompas.com melaporkan adanya selisih data antara BGN dan kementerian terkait dalam rapat kerja Komisi IX DPR RI. Perbedaan angka mencapai dua juta jiwa ini mendorong pemerintah pusat untuk mempercepat sinkronisasi data di daerah. Langkah ini krusial untuk memastikan distribusi bantuan yang merata.

Warga Nabire yang belum terdaftar dapat mengikuti proses verifikasi di tingkat kampung melalui kader posyandu. Validasi mandiri ini sangat menentukan keberhasilan perluasan layanan di 14 dapur SPPG. Dengan dukungan peningkatan konektivitas wilayah di Nabire, distribusi logistik program gizi diharapkan menjadi lebih optimal dan efisien.

Baca juga: Batik Air Masuk Nabire, Fasilitas Wisata Menyusul Bertahap

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement