ADVERTORIAL — Konten ini merupakan kerja sama GerbangCenderawasih.com dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Provinsi Papua Tengah.
Bagaimana keterampilan mama-mama gereja, seperti membuat noken, bisa berubah menjadi usaha yang menopang dapur keluarga?

Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Provinsi Papua Tengah mencoba menjawabnya lewat Pelatihan Peningkatan Kapasitas Perempuan Gereja dalam Pengelolaan UMKM pada Rabu, 1 Juli 2026. Menurut KabarPapua.co, pelatihan itu berlangsung di Aula Kantor BKKBN Kabupaten Nabire. Kegiatan yang disebut sebagai workshop mandiri DP3AKB itu dihadiri puluhan perempuan perwakilan gereja dari beberapa kabupaten.
Bagian dari program prioritas gubernur
Kepala DP3AKB Papua Tengah, Agustinus Bagau, menyatakan dinasnya siap menjalankan program unggulan Gubernur dan Wakil Gubernur Papua Tengah, termasuk peningkatan kapasitas perempuan gereja. Dalam wawancara dengan KabarPapua.co, ia menuturkan harapan gubernur agar ibu-ibu gereja mampu mengelola UMKM di lingkup keluarga dan ikut menyumbang bagi pembangunan ekonomi daerah.
Agustinus menyebut ada 1.677 gereja di Papua Tengah yang kini menjadi prioritas pendampingan pelatihan bagi mama-mama gereja. “Data tersebut belum semua, itu hanya sementara, belum termasuk di wilayah konflik,” katanya kepada KabarPapua.co.
Ia menempatkan program ini dalam upaya membangun sumber daya manusia sejak dari keluarga. “Keluarga dan gereja adalah dua institusi saling melengkapi dan tak dapat dipisahkan,” tuturnya. Baginya, keluarga adalah tempat pertama karakter dan iman terbentuk, sedangkan gereja berperan memperlengkapi keluarga.
Dari keterampilan tangan ke usaha yang naik kelas
KabarPapua.co melaporkan, pelatihan ini menitikberatkan penguatan sektor hulu usaha mikro. Melalui materi manajemen bisnis serta cara mengolah pangan yang baik, usaha rumahan perempuan gereja diharapkan naik kelas, makin higienis, dan berproduksi dengan standar yang berkelanjutan.
Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan DP3AKB, Salomina Gobay, menjelaskan bahwa selain keterampilan, para mama gereja juga dibekali pengetahuan manajemen usaha dan permodalan. “Jadi mama-mama ini banyak keterampilannya ya, seperti membuat noken,” katanya kepada KabarPapua.co. Pelatihan, menurut Salomina, juga mendorong mereka memodifikasi hasil karya agar laris di pasaran.

Langkah DP3AKB tersebut mendapat apresiasi dari Badan Gizi Nasional (BGN) Wilayah Nabire. Koordinatornya, Marsel Asyerem, menilai kesiapan komoditas dan UMKM di tingkat akar rumput akan memperkuat pangan lokal. “Kami sangat mengapresiasi inovasi dan langkah mandiri dari DP3AKB Provinsi Papua Tengah,” kata Marsel, seperti dikutip KabarPapua.co. Ia menambahkan, “dengan pendapatan mandiri lebih baik, mama-mama Papua dapat memastikan pemenuhan gizi seimbang” bagi anak-anak di rumah. BGN Wilayah Nabire berharap program semacam ini berlanjut agar pangan lokal yang dikelola pengusaha orang asli Papua (OAP) makin optimal dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
Catatan redaksi: Marsel Asyerem juga menjabat Pemimpin Redaksi GerbangCenderawasih.com.
Bagi para peserta, pelatihan ini baru langkah awal. Dengan 1.677 gereja yang masuk daftar prioritas pendampingan, masih banyak perempuan gereja di Papua Tengah yang menjadi sasaran pelatihan berikutnya. Ikuti perkembangannya di Gerbang Cenderawasih.
Sumber: KabarPapua.co.


Komentar