Green Nabire Wisata
Home » Enam Pantai Nabire, dari Aset Daerah hingga Usaha Keluarga

Enam Pantai Nabire, dari Aset Daerah hingga Usaha Keluarga

Enam pantai di Kabupaten Nabire, Papua Tengah, berjalan dengan tiga pola pengelolaan berbeda. Tiga pola tersebut meliputi aset milik Pemerintah Kabupaten, aset negara dalam kawasan konservasi, dan usaha milik keluarga. Salah satu momen penting adalah penilaian 49 objek aset Balai Besar Taman Nasional Teluk Cenderawasih (BBTNTC) di Pantai Sowa oleh KPKNL Biak pada 8 hingga 12 September 2026 (djkn.kemenkeu.go.id, 14/9/2026). Rincian akses, fasilitas, dan tarif tiap lokasi tercatat dari berbagai sumber media.

Pantai Wisata Gedo berstatus aset Pemda Nabire. Pengunjung memerlukan izin dari Dinas Pariwisata sesuai Peraturan Bupati Nomor 26 Tahun 2022. Lokasi ini dapat dicapai dalam waktu 20 menit berkendara dari pusat Kota Nabire (rri.co.id, 22/1/2024). Fasilitas mencakup homestay, kolam renang, honai, dan panggung hiburan. Tarif masuk roda empat Rp30.000 serta sewa pondok Rp50.000 per unit (infonabire.com). Kepala Disbudporapar Nabire, Martina Deba, menyatakan kawasan ini dibersihkan rutin setiap Kamis dan Jumat (rri.co.id, 31/7/2026). Peningkatan akses transportasi udara seperti Batik Air Masuk Nabire, Fasilitas Wisata Menyusul Bertahap turut mendukung kunjungan wisatawan ke berbagai destinasi ini.

Pantai Sowa atau Pantai Gware terletak di Kampung Akudiomi, Distrik Yaur, dalam kawasan Taman Nasional Teluk Cenderawasih. KPKNL Biak menilai 49 aset BBTNTC di lokasi ini, termasuk 12 unit cottage dan satu bangunan apung di tengah laut. Perjalanan darat memakan waktu dua hingga tiga jam sejauh 30 kilometer dari Kota Nabire, dilanjutkan perahu selama 1,5 jam (kabarpapua.co, 21/10/2025). Pengelola setempat, Yan, membangun penginapan swadaya sejak 2001 dengan tarif kamar Rp500.000 per malam dan sewa kapal hiu paus Rp1 juta hingga Rp2,5 juta. Wisatawan asing asal India dan Belanda kerap mendatangi lokasi ini untuk menyelam.

Pantai JESbri di Kampung Lani, Distrik Teluk Kimi, diresmikan pemiliknya, Petrus Izaach Suripatty, pada 16 Februari 2026 (nabire.net). Fasilitasnya terdiri atas delapan cottage, empat homestay, kafe, dan ruang pertemuan di atas laut (papuatengah.tribunnews.com, 16/2/2026). Pengunjung dapat menyewa speedboat atau menikmati banana boat. Tarif masuk disesuaikan jenis kendaraan. Seluruh fasilitas dirintis menggunakan sumber daya keluarga selama hampir sepuluh tahun.

Dori Resort di Distrik Makimi menawarkan penginapan pantai dengan tarif Rp500.000 hingga Rp800.000 per malam per 29 Juni 2026. Fasilitasnya meliputi kafe, gazebo, dan jembatan kayu mangrove. Pemilik lokasi, Ina Erari, menyebut hiu paus kerap muncul di perairan sekitar serta tersedia tiga bungalow (kabarpapua.co). Wakil Bupati Nabire, Haji Burhanuddin Pawennari, pernah berkunjung dan meninjau homestay, dermaga, serta jaringan Starlink dalam artikel terbitan 8 Juni 2025 (papedanews.com).

BGN Nabire Rapatkan Sinergi dengan Kepala SPPG demi MBG

Dua pantai lain berada di Kampung Nifasi, Distrik Makimi. Pantai Nusi berjarak sekitar 35 kilometer dengan waktu tempuh satu jam berkendara, menawarkan wahana banana boat (rri.co.id). Sementara itu, Pantai Erari mencatat kunjungan wisatawan yang membeludak menjelang akhir tahun. Pengelola Erari, Jubelina Erari, menyampaikan apresiasi atas bantuan Dinas Pariwisata Provinsi Papua Tengah dan Kabupaten Nabire untuk pembangunan vila serta sarana MCK (papuaposnabire.com, 29/12/2024).

Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Papua Tengah mendampingi 12 pelaku usaha wisata pantai mengurus izin Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang Laut (KKPRL) dengan target selesai Oktober 2026 (papuatengah.antaranews.com, 15/9/2026). Retribusi daerah sejauh ini baru ditarik dari Pantai Wisata Gedo dan Taman Gizi karena belum ada Perbup pungutan di lokasi lain (nabire.net).

Baca juga: Batik Air Masuk Nabire, Fasilitas Wisata Menyusul Bertahap

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement